SOSIALISASI SIBER MIKOBA SERTA PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN BAHAN DAN FORMULA BARU OBAT BAHAN ALAM

13-10-2024 Balai Besar/Balai POM Dilihat 1371 kali

Jember, 13 Oktober 2024 - Unsur penting dalam hilirisasi riset adalah adanya sarana produksi yang siap merealisasikan formula menjadi produk aman, bermutu dan memberikan manfaat untuk dikonsumsi. Untuk itu, Balai POM di Jember merangkul pelaku usaha dari obat bahan alam untuk bisa menangkap peluang pengembangan produk yang inovatif. Asosiasi Produsen Pangan Olahan Banyuwangi (ASPPOBA) dan beberapa pelaku usaha yang lebih konsen dengan obat bahan alam mengikuti paparan kegiatan inovasi "Sinergi Balai POM di Jember, Lembaga Pendidikan dan Pegiat Obat Bahan Alam dalam pemenuhan persyaratan kajian bahan baku dan registrasi produk obat bahan alam" (SIBER MIKOBA) secara daring menggunakan Zoom Meeting.

Setelah dibuka dengan gambaran dukungan yang diberikan dalam SIBER MIKOBA oleh Kepala Balai, Fransisko Adikara Pandit Mahasna selaku Ketua ASPPOBA memberikan sambutan positif sekaligus berbagi pengalaman berbagai capaian yang didapat setelah mengikuti berbagai kegiatan pendampingan oleh BPOM, termasuk pelatihan digital marketing, penerbitan nomor izin edar (NIE) dan terpilih dalam program anak angkat Start Up UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik.

Dalam kesempatan diskusi dan penjaringan potensi dari bahan maupun formula baru obat bahan alam, potensi dan minat peserta ternyata cukup besar. Berbagai formula baik bentuk sediaan luar, cairan obat dalam hingga kapsul dengan berbagai nilai manfaat bisa dipaparkan oleh para peserta. Masing-masing peserta menyatakan keyakinannya dengan formula masing-masing baik dari sumber formulanya maupun nilai manfaat yang dihasilkan.

Tim fasilitator obat bahan alam Balai POM di Jember menyatakan kesiapan untuk membantu memberikan informasi, pendampingan hingga masukan agar produk-produk tersebut dapat mempunyai izin edar. Kepala Balai juga menggarisbawahi bahwa kehadiran laboratorium pengujian khususnya dari Kelompok Riset akan sangat membantu jika produk-produk dengan formula yang inovatif tersebut hendak diajukan klaim khasiat yang spesifik, dengan pemenuhan persyaratan sebagai obat herbal terstandar (OHT) maupun fitofarmaka (FF). Sebagai penutup, Ketua ASPPOBA berkomitmen untuk mendukung SIBER MIKOBA dan mengupayakan agar semakin banyak anggota dengan gagasan inovatif berani melangkah lebih jauh dalam pengembangan obat bahan alam.

Sarana