Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan Desa Program Desa Pangan Aman 2025 di Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kab. Bondowoso

21-05-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 166 kali

Bondowoso, 21 Mei 2025 - Dalam rangkaian Program Prioritas Nasional (Pro PN) Keterpaduan Keamanan Pangan Tahun 2025, Balai POM di Jember menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan Desa yang kali ini mengambil lokus di Desa Wonosuko, Kec. Tamanan Kab. Bondowoso pada tanggal 19 & 21 Mei 2025.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm., Apt. Dalam sambutannya, Kepala Balai POM di Jember mengucapkan apresiasi atas dukungan dari Kepala Desa dan anggota kader PKK Desa Wonosuko yang mendukung program Desa Pangan Aman. Selain itu, Kepala Balai POM di Jember juga berharap setelah adanya Bimtek ini, Kader Desa yang sudah terpapar pengetahuan dasar mengenai Keamanan Pangan bisa membantu untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai Keamanan Pangan.

Dalam BImtek kali ini, Tim dari Balai POM Jember menyampaikan beberapa paparan materi diantaranya 5 Kunci Keamanan Pangan, dan Bahan Berbahaya Pada Pangan dan Cara Uji Cepat Bahan Berbahaya Menggunakan Test Kit. Turut hadir sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso, Andi Setiawan, Amd. Farm, yang memberikan materi mengenai keracunan pangan dan Pendaftaran PIRT. Dalam materinya, Andi membagikan pengetahuan mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan keracunan pangan, serta pentingnya peran kader dalam deteksi dini dan penanganan masalah ini di tingkat desa. Dalam materi kedua, Andi menjelaskan mengenai tata cara pendaftaran izin PIRT bagi masyarakat yang menjadi pelaku usaha UMKM dan mendorong para kader untuk dapat mengedukasi masyarakat disekitarnya mengenai pentingnya izin bagi kelangsungan dan keberlanjutan UMKM. 

Dari Puskesmas Tamanan juga turut memberikan materi mengenai pencegahan stunting dan PMT Lokal. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai penggunaan test kit untuk uji cepat bahan berbahaya. Pelatihan ini dirancang agar kader-kader desa dapat mengetahui teknik deteksi ini secara langsung ketika mereka terjun ke masyarakat. Dengan demikian, kader desa diharapkan dapat lebih efektif dalam melakukan deteksi bahan pangan yang berpotensi membahayakan. Dalam Bimtek ini juga diberikan pelatihan microteaching kepada para kader desa agar nantinya para kader tersebut dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di akhir sesi, para peserta dipersilahkan tampil membawakan materi yang diajarkan saat sesi microteaching.

Acara pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Dengan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, diharapkan kader-kader desa dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi warga di desa mereka. (PRS)

Sarana