BALAI POM DI JEMBER GELAR KOORDINASI PENGAWASAN SEDIAAN FARMASI DAN PANGAN OLAHAN DENGAN DINKES KAB. BONDOWOSO

04-03-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 1300 kali

Pada hari Selasa, 18 Februari 2025, Kepala Balai POM di Jember bersama Ketua Tim Kerja terkait melakukan koordinasi dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan tim, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bondowoso, serta Pengurus Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Kabupaten Bondowoso. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan pengawasan terhadap sediaan farmasi dan pangan olahan di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Agenda utama koordinasi ini mencakup beberapa aspek strategis yang berhubungan dengan pengawasan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu topik utama yang dibahas adalah tindak lanjut hasil pemeriksaan sarana sediaan farmasi dan pangan olahan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2024. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sarana yang digunakan dalam penyimpanan, distribusi, serta produksi sediaan farmasi dan pangan olahan telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Balai POM di Jember menyampaikan berbagai temuan dan hasil evaluasi dari pemeriksaan yang telah dilakukan. Hasil pemeriksaan ini mencakup aspek kepatuhan terhadap regulasi, kondisi fasilitas penyimpanan obat dan pangan olahan, serta distribusi produk-produk tersebut di berbagai titik di Kabupaten Bondowoso. Temuan yang menjadi perhatian khusus antara lain adanya produk yang tidak memenuhi syarat keamanan dan mutu, kurangnya pemahaman para pelaku usaha terkait regulasi, serta perlunya peningkatan pengawasan di tingkat distribusi dan konsumsi masyarakat.

Selain itu, pembahasan juga mencakup Program Keterpaduan Keamanan Pangan tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa pangan olahan yang beredar di masyarakat memiliki tingkat keamanan yang tinggi, bebas dari bahan berbahaya, serta memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Balai POM, serta organisasi profesi kesehatan seperti IDI dan PDUI. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah peningkatan edukasi kepada pelaku usaha serta masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan dan cara memastikan konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.

Tak kalah pentingnya, dalam pertemuan ini juga dibahas pengawalan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis di berbagai fasilitas layanan kesehatan, sekolah, serta lokasi-lokasi yang ditentukan oleh pemerintah daerah. Dalam konteks ini, Balai POM memiliki peran penting dalam memastikan bahwa makanan yang disediakan dalam program ini benar-benar memenuhi standar keamanan dan gizi yang telah ditetapkan.

Koordinasi ini juga mencakup penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dialokasikan untuk pengawasan dan peningkatan kualitas sediaan farmasi serta pangan olahan. DAK ini merupakan sumber pendanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah untuk mendukung berbagai program kesehatan, termasuk pengawasan obat dan pangan. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana optimalisasi penggunaan dana tersebut agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Beberapa langkah yang disepakati antara lain adalah peningkatan kapasitas pengawas di lapangan, penyediaan alat uji yang lebih canggih, serta penguatan sistem pelaporan dan pemantauan terhadap produk-produk yang beredar di pasaran.

Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan. Oleh karena itu, dalam pertemuan ini, semua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai kegiatan pengawasan dan edukasi. Salah satu bentuk konkret dari kolaborasi ini adalah pelaksanaan inspeksi bersama antara Balai POM, Dinas Kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan dalam mengawasi distribusi dan peredaran produk farmasi dan pangan olahan. Selain itu, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha juga akan ditingkatkan agar mereka lebih memahami regulasi dan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan dan mutu.

Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan ini, akan disusun rencana aksi yang mencakup berbagai kegiatan pengawasan, sosialisasi, serta peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha dan tenaga kesehatan. Rencana aksi ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan program-program yang telah disepakati, sehingga tujuan dari koordinasi ini dapat tercapai secara optimal.

Keseluruhan agenda koordinasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak dalam menjaga keamanan dan mutu sediaan farmasi serta pangan olahan di Kabupaten Bondowoso. Dengan adanya sinergi antara Balai POM, Dinas Kesehatan, IDI, PDUI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan pengawasan terhadap produk-produk yang beredar di masyarakat dapat semakin ditingkatkan, sehingga kesehatan dan keselamatan masyarakat dapat terjamin.

 

Sarana